Selayar, Porostengah – Isu penghentian sementara (suspend) sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Selayar kian berkembang. Tak hanya soal teknis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perhatian publik kini mulai mengarah pada peran yayasan dan pengelola dapur yang bertanggung jawab atas operasional di lapangan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, beberapa dapur MBG terpaksa menghentikan aktivitas akibat sistem pengelolaan limbah yang diduga belum memenuhi standar. Kondisi ini memicu evaluasi terhadap pihak pengelola, termasuk yayasan yang menaungi program tersebut di daerah.
Sejumlah pihak menilai, persoalan IPAL seharusnya dapat diantisipasi sejak awal oleh pengelola dapur bersama yayasan. Pasalnya, aspek sanitasi dan pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam operasional dapur yang berkaitan langsung dengan kesehatan.
Dampaknya kini dirasakan oleh siswa sekolah dasar yang menjadi penerima manfaat. Penyaluran makanan bergizi di sejumlah sekolah dilaporkan tersendat.
Seorang guru sekolah dasar di Selayar mengungkapkan, program MBG selama ini cukup membantu aktivitas belajar siswa.
“Kalau ini berhenti, tentu ada dampaknya ke anak-anak. Mereka biasanya lebih bersemangat karena ada asupan tambahan,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang, orang tua siswa salah satu sekolah Dasar di Benteng juga menyoroti pihak pengelola.
“Kami berharap yayasan dan pengelola dapur lebih serius menangani ini. Jangan sampai anak-anak yang jadi korban karena masalah teknis seperti ini,” katanya.
Diketahui sebelumnya, Pesan Singkat sebagai Informasi ke Pihak sekolah dari SPPG hari ini 2 April 2026 ;
"Assalamualaikum wr.wb ... Izin menyampaikan bapak/ibu mulai jumat 3 april 2026 SPPG KEPULAUAN SELAYAR untuk sementara waktu tidak operasional sampai waktu tidak di tentukan"
Sorotan publik pun menguat, mendorong adanya transparansi dari yayasan dan pengelola dapur terkait penyebab pasti penghentian operasional tersebut. Selain itu, masyarakat meminta adanya langkah cepat dan konkret untuk memperbaiki sistem IPAL agar program dapat kembali berjalan.
Hingga berita ini tayang, masih menunggu pernyataan resmi dari pihak yayasan maupun pengelola dapur terkait isu tersebut. Kejelasan informasi dinilai penting untuk menghindari simpang siur di tengah masyarakat.
Orang tua siswa kini menanti langkah cepat dan transparan dari yayasan maupun pengelola dapur, agar persoalan IPAL segera dituntaskan dan hak anak-anak untuk mendapatkan asupan gizi tetap terpenuhi tanpa hambatan.
.jpeg)