‎Dari Laporan ke Polisi Hingga Pulang Terluka, Ini Kesaksian Istri Korban

Porostengah.id

‎Selayar, Porostengah.id – Andi Mariana Seorang perempuan di Kabupaten Kepulauan Selayar mengungkapkan kesaksiannya terkait kondisi suaminya setelah diamankan oleh aparat kepolisian pada malam Hari Raya Iduladha. Dalam keterangannya, ia mengaku melihat suaminya mengalami luka dan pembengkakan setelah dibawa ke kantor polisi.

‎Menurut Andi Mariana, peristiwa itu bermula ketika suaminya ZI berada dalam kondisi mabuk. Karena khawatir terjadi keributan di lingkungan sekitar, ia kemudian mendatangi kantor polisi untuk meminta bantuan agar suaminya diamankan.

‎"Saya datang sendiri ke kantor polisi untuk melapor karena khawatir suami saya yang sedang mabuk membuat keributan," ungkapnya.

‎Setelah menerima laporan tersebut, sejumlah anggota polisi mendatangi lokasi tempat suaminya berada. Namun, karena kondisi kesehatannya yang mudah mengalami gemetar saat terkejut, ia memilih menunggu di luar dan tidak ikut mendampingi proses pengamanan.

‎Beberapa saat kemudian, ia mengaku melihat suaminya dibawa keluar dalam kondisi terluka. Darah terlihat mengalir dari bagian alis suaminya. Saat ditanya mengenai penyebab luka tersebut, ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang jelas dari petugas.

‎Perempuan itu juga mengaku kembali melihat kondisi suaminya saat tiba di kantor polisi. Menurutnya, darah terlihat keluar dari mulut suaminya dan jumlahnya cukup banyak.

‎"Saya kaget melihat suami saya berdarah. Wajah dan mulutnya penuh darah," tuturnya.

‎Meski demikian, ia mengaku tidak melihat secara langsung adanya tindakan pemukulan saat pertama kali suaminya diamankan. Namun, ia mempertanyakan penyebab luka yang dialami suaminya karena sebelumnya tidak melihat kondisi tersebut.

‎Selama berada di kantor polisi, ia mengaku beberapa kali meminta agar suaminya yang dalam keadaan mabuk segera dimasukkan ke dalam sel dan tidak diperlakukan secara kasar.

‎Menurut keterangannya, kondisi fisik suaminya semakin memburuk setelah beberapa jam berada di kantor polisi. Saat akhirnya diperbolehkan melihat suaminya, ia mengaku mendapati wajah korban sudah mengalami pembengkakan cukup parah hingga bagian mata hampir tidak terlihat.

‎"Saya melihat wajah suami saya bengkak dan masih ada darah di beberapa bagian wajahnya. Kondisinya membuat saya sangat sedih," katanya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya menunggu di depan Polres hingga dini hari untuk mengetahui perkembangan kondisi suaminya. Sekitar pukul 06.00 Wita, suaminya akhirnya diperbolehkan pulang dan diantar ke rumah.

‎Sesampainya di rumah, ia meminta suaminya untuk mandi dan beristirahat. Namun beberapa saat kemudian, ia mengaku melihat benda menyerupai gumpalan darah keluar dari hidung suaminya.

‎"Kondisi itu membuat saya terkejut karena sebelumnya suami saya juga mengeluhkan rasa sakit setelah pulang," ujarnya.

‎Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi yang berkembang terkait dugaan adanya tindakan kekerasan terhadap seorang warga saat proses pengamanan oleh aparat. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab luka yang dialami pria tersebut.

‎Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan berbagai pertanyaan terkait kronologi serta penyebab luka yang dialami korban selama proses pengamanan berlangsung.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • ‎Dari Laporan ke Polisi Hingga Pulang Terluka, Ini Kesaksian Istri Korban
  • ‎Dari Laporan ke Polisi Hingga Pulang Terluka, Ini Kesaksian Istri Korban
  • ‎Dari Laporan ke Polisi Hingga Pulang Terluka, Ini Kesaksian Istri Korban
  • ‎Dari Laporan ke Polisi Hingga Pulang Terluka, Ini Kesaksian Istri Korban
  • ‎Dari Laporan ke Polisi Hingga Pulang Terluka, Ini Kesaksian Istri Korban
  • ‎Dari Laporan ke Polisi Hingga Pulang Terluka, Ini Kesaksian Istri Korban