Makassar, Porostenga.id — Suasana di sebuah penginapan di kawasan Rappocini, Kota Makassar, mendadak heboh pada Rabu malam, 20 Mei 2026. Seorang perempuan asal Kabupaten Kepulauan Selayar ditemukan meninggal dunia di dalam kamar yang ditempatinya selama beberapa hari terakhir.
Korban diketahui berinisial MAF (40), warga Kecamatan Pasimasunggu, Kepulauan Selayar.
Peristiwa itu pertama kali terungkap setelah pihak penginapan merasa curiga karena korban tidak kunjung memberikan respons saat masa sewa kamar telah berakhir. Pihak karyawan sempat beberapa kali mengetuk pintu kamar, namun tidak ada jawaban dari dalam.
Karena merasa ada yang tidak beres, seorang karyawan kemudian mencoba memeriksa dari arah belakang bangunan. Saat mengintip melalui jendela kamar yang dalam keadaan terbuka, saksi melihat korban sudah terbaring dengan kondisi mengenaskan.
Korban terlihat terlentang di dalam kamar, sementara darah tampak keluar dari bagian hidung dan mulut. Melihat kondisi tersebut, saksi langsung panik dan berlari kembali ke bagian resepsionis untuk melaporkan temuannya.
Tak lama kemudian, pihak penginapan menghubungi kepolisian. Personel kepolisian bersama petugas piket langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Petugas akhirnya masuk ke dalam kamar melalui jendela belakang sebelum membuka pintu dari dalam. Saat dilakukan pengecekan, korban dipastikan sudah meninggal dunia.
Dari informasi yang diperoleh di lokasi, korban diketahui telah check in di penginapan tersebut sejak 17 Mei 2026 bersama seorang pria yang identitasnya belum diketahui.
Awalnya korban menempati kamar nomor 402 sebelum kemudian pindah ke kamar 401 dengan alasan kondisi air di kamar sebelumnya kurang baik.
Selama berada di penginapan, korban disebut sempat meminta sprei kepada pihak resepsionis karena perlengkapan kamar belum lengkap. Pihak penginapan lalu memberikan selimut untuk digunakan di dalam kamar.
Sehari sebelum korban ditemukan meninggal dunia, seorang pria juga sempat datang untuk menemui korban. Namun setelah beberapa kali mengetuk pintu kamar tanpa mendapat jawaban, pria tersebut akhirnya pergi meninggalkan lokasi.
Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis pengamanan dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim Inafis Polrestabes Makassar, Tim Jatanras, dan Resmob Polda Sulsel turut diterjunkan guna membantu proses penyelidikan.
Beberapa jam kemudian, Tim Dokpol Bhayangkara Polda Sulsel mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan visum et repertum.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban, termasuk menelusuri identitas pria yang terakhir diketahui bersama korban saat check in di penginapan tersebut.
