Orang Terdekat Sayangkan Diamnya Bupati Ibas dan Bungkamnya Media Mitra Pemda Soal Isu Ambulans CSR PT Vale

 


MALILI, Porostengah.id — Polemik pengadaan ambulans yang disebut bersumber dari dana CSR PT Vale Indonesia untuk sejumlah desa di Kabupaten Luwu Timur terus menuai sorotan publik. Kali ini, kritik datang dari salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai orang dekat Bupati Luwu Timur, namun enggan namanya dipublikasikan.

Dalam keterangannya kepada media, ia menyayangkan sikap diam Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (Ibas), di tengah ramainya pembahasan publik terkait dugaan ketidaksesuaian mekanisme pengadaan ambulans program CSR tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya hadir memberikan penjelasan agar polemik tidak berkembang liar dan memunculkan asumsi negatif di tengah masyarakat.

“Publik butuh penjelasan yang terbuka. Jangan sampai masyarakat menilai ada sesuatu yang sengaja ditutupi. Ini menyangkut program yang berkaitan dengan kepentingan desa dan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum turun melakukan penelusuran secara profesional terhadap seluruh proses pengadaan, termasuk memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut.

“Semua pihak yang terlibat harus dimintai keterangan, baik dari pihak perusahaan maupun pihak desa. Kalau memang tidak ada masalah, sampaikan secara terbuka supaya polemik ini selesai,” katanya.

Selain menyoroti belum adanya pernyataan resmi dari pemerintah daerah, ia juga mempertanyakan minimnya pemberitaan dari sejumlah media partner pemda yang selama ini dikenal sebagai mitra kerja Pemkab Luwu Timur.

“Isu ini sudah ramai dibicarakan masyarakat, tapi anehnya banyak media partner pemda justru memilih diam. Padahal ini menyangkut kepentingan publik antara pemerintah dan masyarakat apalagi menyangkut penggunaan anggaran pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

Ia menilai, transparansi menjadi langkah penting agar program CSR yang seharusnya membantu masyarakat tidak justru menimbulkan kegaduhan dan dugaan negatif di ruang publik.

Terkait rencana aksi massa yang akan digelar dalam waktu dekat, ia menganggap hal tersebut sebagai bagian dari kontrol sosial masyarakat untuk mendorong keterbukaan informasi.

“Jangan sampai persoalan ini dianggap sepele. Kalau ada dugaan penyimpangan, harus dibuka terang-benderang agar tidak mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah maupun program CSR perusahaan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur maupun pihak terkait mengenai polemik pengadaan ambulans CSR PT Vale tersebut.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Orang Terdekat Sayangkan Diamnya Bupati Ibas dan Bungkamnya Media Mitra Pemda Soal Isu Ambulans CSR PT Vale
  • Orang Terdekat Sayangkan Diamnya Bupati Ibas dan Bungkamnya Media Mitra Pemda Soal Isu Ambulans CSR PT Vale
  • Orang Terdekat Sayangkan Diamnya Bupati Ibas dan Bungkamnya Media Mitra Pemda Soal Isu Ambulans CSR PT Vale
  • Orang Terdekat Sayangkan Diamnya Bupati Ibas dan Bungkamnya Media Mitra Pemda Soal Isu Ambulans CSR PT Vale
  • Orang Terdekat Sayangkan Diamnya Bupati Ibas dan Bungkamnya Media Mitra Pemda Soal Isu Ambulans CSR PT Vale
  • Orang Terdekat Sayangkan Diamnya Bupati Ibas dan Bungkamnya Media Mitra Pemda Soal Isu Ambulans CSR PT Vale