Jauh dari Pemukiman, LSM LIRA Pantau Proyek Rehabilitasi Irigasi Provinsi di Lapangan Kualitas dan Transparansi Jadi Prioritas


LUWU UTARA, POROSTENGAH.ID – Menindaklanjuti laporan dan aspirasi dari masyarakat, perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Iwan, melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek strategis pemerintah provinsi. Langkah ini diambil guna memastikan pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan maksimal dan tidak asal-asalan, mengingat lokasi proyek yang berada cukup jauh dari pemukiman warga.

Berdasarkan data papan informasi proyek yang tertera pada foto pekerjaan yang dipantau tersebut merupakan bagian dari kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan (Rehabilitasi Daerah Irigasi Kab. Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Paket 4). Proyek besar di bawah naungan Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan ini didanai oleh APBD (Tahun Anggaran 2026 - 2027) dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp 120.435.023.710,-. Pekerjaan raksasa ini dilaksanakan oleh penyedia jasa KSO PT. Passokkorang – PT. Tiga Bintang Griyasarana – PT. Karya Utama Citra Mandiri.

Saat tiba di lokasi, Iwan tidak langsung menemui pihak pengawas, melainkan terlebih dahulu berjalan berkeliling melakukan observasi mandiri. Ia memeriksa struktur pemasangan batu yang telah berdiri untuk melihat langsung kualitas material yang digunakan.

"Memang betul lokasi pekerjaan ini cukup jauh dari pemukiman warga, sehingga patut untuk kita awasi dan pantau bersama. Proyek ini menggunakan anggaran negara atau pemerintah yang sangat besar, jadi kualitas harus diutamakan agar asas manfaatnya benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang," ujar Iwan saat memberikan keterangannya di lokasi.

Dari hasil pantauan awalnya, Iwan menilai komposisi campuran semen dan pasir pada pasangan batu yang sudah mengering tampak kokoh, tegang, dan keras, menandakan perbandingan material yang digunakan sudah bagus. 

Ia juga melakukan pengecekan detail terhadap jenis, merek, serta berat semen yang berada di lokasi yang mana menggunakan kemasan 40 kg sesuai spesifikasi teknis serta memeriksa keberadaan material batu, pasir, dan mesin molen pembuat campuran.

Usai melakukan peninjauan mandiri, Iwan kemudian menemui Andrew selaku Pengawas Pekerjaan Lapangan dari pihak kontraktor yang saat itu tengah bertugas.

Dalam pertemuan tersebut, Andrew menyambut baik kehadiran kontrol sosial di area kerjanya dan mempertanyakan maksud serta tujuan kunjungan tersebut. Iwan pun menjelaskan secara persuasif bahwa kedatangannya murni atas dasar aduan masyarakat yang berharap adanya pengawasan melekat, karena posisi proyek yang terisolasi dari jangkauan pandangan warga sehari-hari.

Proyek strategis pemerintah provinsi

"Masyarakat menyampaikan ini kepada saya bukan karena ada temuan kesalahan atau penyimpangan, melainkan sebagai langkah preventif agar para pekerja di lapangan selalu merasa diawasi.

 Dengan begitu, mereka tetap bekerja disiplin mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang ada," tegas Iwan kepada pengawas proyek.

Iwan juga sempat mempertanyakan legalitas material dan kesesuaian juknis terkait penggunaan semen ukuran 40 kg, serta memastikan bahwa material batu dan pasir yang dipasok bukan berasal dari tambang Galian C ilegal.

Mendapat pertanyaan tersebut, Andrew memberikan klarifikasi yang transparan.

 Ia menegaskan bahwa seluruh material yang masuk ke site proyek, termasuk semen 40 kg, sudah sepenuhnya sesuai dengan juknis yang ditetapkan. Terkait material pasir dan batu, pihaknya menjamin diambil dari lokasi tambang Galian C yang memiliki izin resmi dari pemerintah.Andrew pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kunjungan serta kepedulian dari LSM LIRA.

"Saya pribadi sangat berterima kasih atas kunjungan ini karena rekan-rekan dari lembaga mau meluangkan waktu membantu saya melakukan pengawasan di lapangan. Dengan adanya kedatangan tim kontrol sosial seperti ini, saya bisa lebih menekankan kepada para pekerja untuk terus menjaga kualitas dan bekerja dengan bagus sesuai juknis. 

Intinya, saya selaku pengawas akan betul-betul mengawal para pekerja agar tidak ada yang bekerja asal-asalan," pungkas Andrew berkomitmen.

Secara keseluruhan, dari hasil monitoring langsung LSM LIRA di lokasi, proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini dinilai sudah berjalan dengan sangat baik dan terstruktur.

 Selain mutu fisik pekerjaan yang terjaga, kepatuhan terhadap keselamatan kerja juga menjadi nilai tambah, di mana seluruh pekerja di lapangan terpantau tertib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Jauh dari Pemukiman, LSM LIRA Pantau Proyek Rehabilitasi Irigasi Provinsi di Lapangan Kualitas dan Transparansi Jadi Prioritas
  • Jauh dari Pemukiman, LSM LIRA Pantau Proyek Rehabilitasi Irigasi Provinsi di Lapangan Kualitas dan Transparansi Jadi Prioritas
  • Jauh dari Pemukiman, LSM LIRA Pantau Proyek Rehabilitasi Irigasi Provinsi di Lapangan Kualitas dan Transparansi Jadi Prioritas
  • Jauh dari Pemukiman, LSM LIRA Pantau Proyek Rehabilitasi Irigasi Provinsi di Lapangan Kualitas dan Transparansi Jadi Prioritas
  • Jauh dari Pemukiman, LSM LIRA Pantau Proyek Rehabilitasi Irigasi Provinsi di Lapangan Kualitas dan Transparansi Jadi Prioritas
  • Jauh dari Pemukiman, LSM LIRA Pantau Proyek Rehabilitasi Irigasi Provinsi di Lapangan Kualitas dan Transparansi Jadi Prioritas