28 Mahasiswa Teknik Unhas Dikabarkan Terancam D.O. Usai Tolak SPPG

Ilustrasi Gambar Rektorat Universitas Hasanuddin Makassar 

Makassar, Porostengah.id – Dugaan intimidasi terhadap mahasiswa kembali mencuat di lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas). Sebanyak 28 mahasiswa Fakultas Teknik dikabarkan terancam sanksi akademik hingga drop out (D.O.) setelah terlibat dalam gerakan penolakan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kampus.

Informasi tersebut beredar melalui media sosial dan memicu perhatian di kalangan mahasiswa. Dalam narasi yang beredar, puluhan mahasiswa disebut mendapat tekanan setelah aktif menyuarakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan SPPG di lingkungan Universitas Hasanuddin.

Mahasiswa yang terlibat dalam gerakan penolakan disebut telah didata dan diidentifikasi. Mereka dikabarkan mendapat peringatan agar menghentikan kritik terhadap program tersebut. Jika tetap melakukan penolakan, mereka disebut terancam diproses melalui mekanisme etik kampus yang berujung pada sanksi akademik berat.

Dugaan tersebut semakin menguat setelah muncul informasi mengenai keterlibatan seorang alumni Fakultas Teknik yang disebut memiliki hubungan dengan pengelolaan SPPG. Alumni itu diduga berperan dalam mengidentifikasi mahasiswa yang aktif menyuarakan penolakan terhadap program tersebut.

Isu ini mencuat tidak lama setelah aliansi mahasiswa Universitas Hasanuddin menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat Unhas. Dalam aksi tersebut, mahasiswa secara terbuka menolak keberadaan SPPG di lingkungan kampus.

Berdasarkan unggahan Instagram Story akun @unhas.distopia yang dilihat IDN Times, sejumlah massa dari aliansi mahasiswa Unhas menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat Unhas pada Kamis (11/6/2026). Massa aksi diterima langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Unhas, Ishaq Rahman.

"Kita berdiri di sini untuk mengingatkan bahwa Unhas bukan kantin, Unhas bukan dapur, dan Unhas bukan perusahaan. Unhas adalah ruang ilmu pengetahuan," ucap salah satu mahasiswa sambil memegang pengeras suara.

Mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap keberadaan SPPG di lingkungan kampus.

"Kami mahasiswa Universitas Hasanuddin menolak hadirnya komersialisasi pendidikan dan mendesak pencabutan SPPG yang berada di kampus Unhas, yang kami nilai sarat kepentingan politik dan bisnis," teriak salah seorang peserta aksi.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan adanya aksi demonstrasi penolakan SPPG di kampus. Namun, ia membantah kabar bahwa terdapat 28 mahasiswa Fakultas Teknik yang mendapat ancaman skorsing maupun D.O. karena mengikuti aksi tersebut.

"Saat demo mahasiswa kemarin, tidak ada dari Fakultas Teknik yang hadir. Mahasiswa yang mengikuti aksi berasal dari beberapa fakultas yang berlokasi di Kampus Tamalanrea. Terkait postingan di media sosial yang menyebut ada ancaman drop out bagi mahasiswa yang ikut demo MBG, itu sama sekali tidak benar. Saya pastikan informasi tersebut hoaks," kata Ishaq, dikutip dari IDN Times, Jumat (12/6/2026).

Massa aksi menilai kampus seharusnya tetap menjadi ruang akademik yang independen dan bebas dari kepentingan bisnis maupun agenda politik tertentu. Mereka mempertanyakan alasan kehadiran SPPG di lingkungan perguruan tinggi serta dampaknya terhadap fungsi utama kampus sebagai lembaga pendidikan.

Selain menyampaikan kritik, mahasiswa juga mendesak agar program SPPG dievaluasi dan dicabut dari lingkungan Universitas Hasanuddin. Mereka menilai kebijakan tersebut lahir tanpa partisipasi yang memadai dari sivitas akademika.

Munculnya kabar ancaman terhadap 28 mahasiswa kemudian memicu kekhawatiran mengenai ruang kebebasan berpendapat di lingkungan kampus. Sejumlah mahasiswa menilai kritik terhadap kebijakan kampus tidak semestinya dibalas dengan intimidasi atau ancaman sanksi akademik.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan melakukan kontrol terhadap kebijakan yang dianggap berdampak pada kehidupan kampus. Hingga kini, isu tersebut masih menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa maupun publik.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • 28 Mahasiswa Teknik Unhas Dikabarkan Terancam D.O. Usai Tolak SPPG
  • 28 Mahasiswa Teknik Unhas Dikabarkan Terancam D.O. Usai Tolak SPPG
  • 28 Mahasiswa Teknik Unhas Dikabarkan Terancam D.O. Usai Tolak SPPG
  • 28 Mahasiswa Teknik Unhas Dikabarkan Terancam D.O. Usai Tolak SPPG
  • 28 Mahasiswa Teknik Unhas Dikabarkan Terancam D.O. Usai Tolak SPPG
  • 28 Mahasiswa Teknik Unhas Dikabarkan Terancam D.O. Usai Tolak SPPG