![]() |
| Tim Adiwiyata SDN 2 Terang-Terang bersama DLH Bulukumba disambut hangat oleh kepala sekolah, dewan guru, serta petugas kebersihan di kedua sekolah |
Bulukumba, Porostengah.id – Komitmen mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan terus digalang oleh SDN 2 Terang-Terang yang dibackup Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan Program Adiwiyata dan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) yang dilaksanakan di SDN 8 Nipa dan SDN 322 Ujung Bulu, Kecamatan Ujung Bulu, Kamis (25/6/2026).
Tim Adiwiyata SDN 2 Terang-Terang bersama DLH Bulukumba disambut hangat oleh kepala sekolah, dewan guru, serta petugas kebersihan di kedua sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan menuju Adiwiyata Nasional sekaligus memperkuat penerapan budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.
Dalam agenda tersebut, tentunya pihak sekolah dari SDN 8 Nipa serta SDN 322 Ujung Bulu memaparkan berbagai program dan pengalaman mereka dalam menjalankan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) setelah mendapatkan pendampingan dari SDN 2 Terang-Terang.
Kedua sekolah juga berharap mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari Dinas Lingkungan Hidup agar mampu meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekolah secara optimal.
Salah seorang pendamping Adiwiyata dari SDN 2 Terang-Terang, Muh Safir, menjelaskan bahwa Gerakan PBLHS merupakan aksi kolektif yang dilakukan secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan.
“Gerakan PBLHS mendorong keterlibatan seluruh warga sekolah untuk membangun budaya peduli lingkungan, mulai dari menjaga kebersihan, pengelolaan sanitasi dan drainase, hingga berbagai upaya pelestarian lingkungan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, Program Adiwiyata bukan sekadar ajang penilaian atau perlombaan, melainkan sarana pendidikan karakter yang bertujuan membentuk generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Sementara itu, pihak tim pembina Adiwiyata, Nasrun juga menekankan pentingnya sosialisasi program kepada seluruh siswa agar nilai-nilai yang diajarkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk implementasinya antara lain melalui pengelolaan sampah dari sumbernya, penanaman dan pemeliharaan pohon, konservasi air dan energi, serta berbagai inovasi lingkungan yang disesuaikan dengan potensi dan permasalahan di sekolah.
“Predikat Adiwiyata memang menjadi target, tetapi yang lebih penting adalah terciptanya budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Dengan begitu, sekolah mampu mengurangi pencemaran lingkungan dan menciptakan suasana belajar yang lebih sehat, bersih, dan nyaman,” Ujarnya


